Sunday, 3 February 2013

Hari ke 25: Zip Lock atau Kemasan Zipper

Pernah denger istilah Zip Lock atau Zipper? 

Mungkin istilah tersebut terasa asing, tapi gampangnya adalah:
Kalau kita diberi obat kapsul oleh dokter, biasanya dikemas pakai plastik kan?

gambar dari sini

Si plastiknya itu bisa dibuka tutup. Nah kurang lebih idenya si Zip Lock seperti itu. Zip Lock itu merk. Lengkapnya googling sendiri atau cek di wikipedia.

Hari ini tiba-tiba dapat kemasan Zipper dari sepupu. Katanya bisa dipakai lagi. Bekas snack rasa ubi. Lah, kenapa gak kepikiran buat dipakai sendiri ya? hehehe.

Tampilannya seperti ini. Kelihatankah tulisannya? RESEALABLE ZIP LOCK



Dan kemudian 2 minggu yang lalu baru dapat juga kemasan bekas kacang. Lagi-lagi bukan saya yang beli, tapi kemudian si bungkusnya saya minta untuk dipakai ulang


Baca deh tulisannya: INOVASI BARU!! menjaga kerenyahan produk lebih lama.
Di belakangnya ada tulisan juga: Untuk menjaga kerenyahan produk tutup kembali zipper ini setelah dibuka.

Rupanya misi penting dari kedua produsen makan tersebut adalah menambah kenyamanan bagi si konsumen. Supaya makanannya bisa gak sekali habis tapi gak usah repot-repot mewadahi dalam toples ataupun mencari-cari karet untuk memastikan kantung plastik cukup kedap.

Tapi sama sekali tidak disebutkan dan dianjurkan untuk ME-REUSE atau menggunakan kemasan tersebut untuk kepentingan lainya (sebelum akhirnya dibuang). Yang tertera di kemasan tetaplah sejenis logo (kecil) gambar orang yang sedang membuang sampah.

Padahal kemasan tersebut tebal dan masih asyik untuk dipakai ulang untuk membeli snack kiloan :) *Saya udah coba sebelumnya. Bisa dicuci ulang beberapa kali.

#Reuse #Reuse #Reuse
Bila memang telah ada, pakailah suatu benda selama mungkin - sebelum akhirnya dia jadi sampah.

Tapi yang terbaik adalah
#Reduce #Reduce #Reduce  
Dari awal memang kita tidak beli produk-produk dengan kemasan yang tidak bisa didaur ulang ataupun tidak bisa hancur di alam :)








Hari ke 24: Infografik

Pernah denger istilah infografik? 
Saya baru belakangan ini baca dan lihat contoh-contoh infografik. 

Jadi ceritanya begini. 
YPBB kan dulu punya acara rutin tahunan yang dikasi judul Festival Taman Kota. Jebot lah itu kegiatannya. Terakhir diadakan tahun 2005. Tepat saat saya mulai melek sama isu lingkungan dan kenal YPBB. 

Ini beberapa poster kegiatannya: 




Keliatan jadul kan poster-posternya? Harap maklum, itu kan periode sebelum 2005 :) 

Jadi si festival taman kota ini diadakan di taman Cilaki (taman Lansia). Konsepnya, tim festival taman kota menghampiri pusat keramaian. Di taman itu kan selalu banyak orang yang lewat setelah beres berolahraga di Gasibu. Tapi beberapa tahun belakangan ini, tema besar orang-orang yang berkeliaran di taman lansia adalaaaah BELANJA. Ya, makin banyak orang yang dagang dan belanja di area Gasibu + taman Cilaki. 

Media yang digunakan tim YPBB bermacam-macam. Mulai dari meja info (meja yang dilengkapi dengan poster tentang YPBB dan programnya + info-info lingkungan - factlist), permainan lingkungan yang edukatif untuk anak-anak dan poster bertema lingkungan! Di setiap site ada relawan-relawan yang siap membantu. Termasuk di area poster. Para relawan dengan senang hati berbagi dan berdiskusi dengan para pengunjung. 

Proses pembuatan posternya unik! 
Jadi ada relawan yang bertugas untuk riset materinya, kemudian staf YPBB membuatkan konsep dari posternya, dan kemudian ada relawan yang bergotong-royong untuk membuat posternya. 

Berikut beberapa contoh posternya:


anak dan racun? jadi inget madu dan racun (2005, YPBB)


tentang air (kayanya tahun 2004: YPBB)
ini bukan tema lingkungan, tapi tentang program YPBB.
 ihiy! dulu ikutan bikin pas jaman 2005 :) 


salah satu poster dari serial tema sampah (2006: YPBB)

Mulai tahun 2006 festival taman kota ditiadakan. Sayang sekali ya :( 

Tapiiii, akhirnya muncul dalam kemasan baru! Jadinya lebih sering tampil (bukan hanya setaun sekali doang), juga dalam tema yang relatif sama sehingga hampir setiap bulan bisa dilakukan dengan mengurangi aneka persiapan yang ribet (tetap riweuh ngangkut-ngangkutnya sih. Tapi paling tidak semua medianya sudah tersedia dan siap dipakai ulang). 

Materi gacoan dari acara Kereta Kota (itu nama kemasan barunya) adalah serial kampanye Zero Waste. Semua bertema Zero Waste, mulai dari meja info, permainan anak-anak (dan bahkan belakangan ada permainan untuk usia dewasa sebagai media untuk mulai ngobrol tentang lingkungan), peragaan model pemisahan sampah dan pengomposan. Ya pokoknya semua dibuat 1 tema. 

Sedjak 2005 sampai sekitar 2011 semua media bolak-balik digunakan. Yang paling babak belur adalah posternya. Mulai sobek-sobek plastik pembungkusnya. Sempat diganti, tapi si YPBB rasa berbagai kontennya perlu juga segera diperbaiki. 

Jreng jreng jreng, 
Akhirnya si YPBB punya program perbaikan poster. Baik dari sisi konten maupun dari sisi tampilan fisik dan juga ke-ergonomisannya (maksudnya biar gampang dibawa-bawa, dipasang dan diberesinnya). 

Nah, dari situ prosesnya cukup panjang. Salah satu diskusi serunya adalah tentang istilah POSTER. la la la la panjang ceritanya ya (gak perlu diceritain di sini). Tapi akhirnya ditemukanlah satu istilah yang sesuai dengan konsep poster yang diinginkan oleh si YPBB. Ternyata yang dimaksud adalah Infografis. Nih pengertiannya menurut si wikipedia: 

Grafis informasi atau infografis adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas,[1] seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan.

Istilah dan contoh-contoh infografis didapat dari hasil ngobrak-ngabrik Pinterest. Keren-keren ternyata cara orang mengemas info yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. 

MARKIPOS! Alias MARi KIta ngomPOS adalah salah satu contoh infografis yang berisi ajakan untuk mengkompos dari http://www.treehugger.com.


dari http://www.treehugger.com


Masih banyak yang lain-lain dan keren-keren. Salah satunya bisa intip di sini




Jadi, 
Marilah kita bikin poster 
eh salah
Marilah kita bikin infografik :P


keterangan: semua foto koleksi YPBB (kecuali poster MARKIPOS) 



Saturday, 2 February 2013

Hari ke 23: Hands of Volunteer

Pernah denger sepak terjang para relawan? 
Pernah baca pengalaman seru berelawan? 
Punya temen relawan? 
Punya kecengan/pacar yang relawan? 
Pernah ngerasain asiknya jadi relawan? 
Ketagihan jadi relawan? 

Malam ini saya tiba-tiba teringat sama 1 proyek terkait relawanan. Tepatnya proyek untuk merecognisi peranan para relawan. 

Dari satu sisi, para relawan direcognisi atas peranannya. Di sisi yang lain, (harapannya) dengan semakin banyak orang yang mengetahui cerita peranan para relawan tersebut maka: 

  • peranan relawan makin banyak dipahami (asumsinya sekarang belum segitu dipahami dan dihayati peranan para relawan tersebut) 
  • peranan para relawan lebih bisa diapresiasi  
  • pembacanya bisa terispirasi dengan kisah yang ada
  • hasil akhirnya makin banyak orang yang tergerak untuk berelawan ria. 


Nama proyeknya: Hands of Volunteer

Proses kreatif untuk menghasilkan ide proyek ini cukup unik!

Bermula dari ajakan kumpul-kumpul dari @domzsaja . Agak gak jelas, kumpulnya mau ngapain. Seperti biasa, itulah kebiasaannya. Seru, gak jelas tapi seru! 

Rupanya dia sudah ngobrol-ngobrol sama @dollyisnawan tentang ide untuk bikin aktivitas terkait relawanan. 

Ide awalnya muncul dari sini cenah --> http://balloonsofbhutan.org/ . Ini sebuah proyek fotografi untuk menggambarkan tingkat kebahagian orang-orang Bhutan, yang mana katanya Bhutan ini: 
Based on a global survey, Business Week rated Bhutan the happiest country in Asia and the eighth-happiest in the world (2006)

Teknis penggambaran kebahagiaannya unik! Jonathan Harris, mewawancara 117 orang tentang tingkat kebahagiannya. Dan itu digambarkan dengan jumlah balon yang mereka pilih (10 untuk tingkat kebahagiannya yang paling poll). Lengkapnya tengok deh web tersebut. Keren!

Nah di sisi yang lain, proyek ini juga terinspirasi dari manfaat berelawan yang pernah Dolly dengar (atau baca ya? lupa lagi tepatnya) dari @ReneCC. 

Singkatnya kalau yang punya ide-ide dan kokonsepan si Dolly itu, dan kemudian kita berempat (Dom, saya, Dolly dan Jessis) yang kemudian mengolah idenya sehingga bisa menjadi sebuah platform yang bisa digunakan dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. 

Eksperimen mulai dilakukan selama beberapa jam. Mulai dari mikirin bentuk alat yang menggantikan peranan balon, kemudian bikin dummy tangan-tangan sebagai perlambang kebahagiaan relawan, beli kertas warnawarni (yang mana Ade Dom ternyata baru tau kalo ada kertas warna-warni dalam 1 pak kemasan wkwkwk. TK Sore*ang maklum), kokoreh kardus bekas, rempong tempel-menempel, bikin dummy foto-foto (pastinya bintangnya adalah kita-kita sendiri), gak terasa udah malam dan lapar, dilanjut makan nasi kucing (bersampah kertas nasi!), dan akhirnya beres-beres sampah bekas proses kreatif hari ini!

Seru dan ide serasa meletup-letup!

Kemudian dilakukanlah uji coba pertama di acara workshop pengelolaan relawan bersama @YuliaNadya dkk. Tukang fotonya Ade Dom. 
(tentang workshopnya belum pernah ditulis euy, tapi bisa lah intip keseruannya di album foto ini)

Dari aneka proses kreatif tersebut, akhirnya terlahir sebuah blog untuk media ber-Hands of Volunteer. 
Dolly yang bagian mamantes blog. Ini blognyaaaaaa: http://handsofvolunteer.wordpress.com/

Taglinenya: Menjadi relawan merupakan salah satu cara yang kami pilih untuk menjadi bahagia!

Copas deskripsinya ah 

Blog ini berisi cerita kebahagiaan teman-teman relawan lintas bidang dan lintas komunitas. Setiap relawan akan diwakili oleh foto saat dirinya sedang memegang sejumlah “tangan” yang menandakan tingkat kebahagiaannya sebagai relawan. Deskripsi dalam bentuk tulisan pendek tersedia pula untuk menggambarkan kebahagiaan tersebut. HANDS OF VOLUNTEER - demikian judul yang kami berikan untuk blog ini.
Semoga perjalanan anda dalam mengintip blog ini dapat mengantarkan anda untuk mencicipi kebahagiaan sebagai relawan.
Sudah pernah menjadi relawan? Berarti andapun dapat menambah jejeran panjang profil bahagia ala HANDS OF VOLUNTEER!

Gimana caranya supaya bisa jadi kontributor di blog ini? Caranya gampang, karena di blog tersebut sudah tersedia langkah-langkah detil yang bisa diterapkan langsung! Cek di sini.
*kita sesi foto-foto (lagi) untuk bikin tutorial tangannya :) 

Rencana awalnya: Kita mau bikin beberapa dummy, biar ada contoh untuk yang mau ikutan jadi kontributor. Tapi sampai sekarang belum juga dipegang lagi proyek ini. Padahal sampai-sampai om @FictorFerdinand udah turun tangan untuk ntranskrip hasil wawancaranya.

Oya, akun twitter, email, page pun sudah pernah dibuat. Sampai lupa namanya saking kelamaan.
Twitter : @Hands_Volunteer
Page facebook: Hands of Volunteer
http://handsofvolunteer.wordpress.com 

Penutupnya foto narsis saya. Nuhun foto dan kamera kerennya Ade Dom!

6 tangan melambangkan tingkat kebahagiaan yang paling poll dalam berelawan!


*Bulan Februari 2013 ini, mau mulai lagi garap proyek ini ah :) 
Yang mau ikutan volunteeran dalam pengelolaannya dan atau jadi kontributor, kabari-kabari ya :) Kontaknya sementara mention @anil_nw dulu (kalo-kalo aneka akun di atas belum sempat dicek secara rutin)

Hari ke 22: 10 Menit Produktif

Tadi siang tiba-tiba kesurupan mau cuci sepatu sendal crocs-crocs-an. 
Gosok-gosok bentar pakai sikat kamar mandi + sabun cuci batangan + bantuan air dari bak (yang mana semua bahannya tersedia siap pakai di kamar mandi) akhirnya terciptalah ini!

Jreng-jreng-jreng!



Jadi ceritanya, 
Sepatu sendal ini dari jaman awal dibeli (mungkin sekitar 1 tahunan yang lalu) sama sekali belum pernah dicuci. Ya paling dilap basah doang lah. Dan 10 menit berhasil mengubah warnanya kecoklatan menjadi biru muda. Semuda warna aslinya. 

Nah loh!
Padahal cuma diperlukan sekitar 10 menit untuk mencucinya. Tapi dasar weh gak pernah disempetin. Ckckckck. 

Nyuci spatu sendal sih seperti hal cemen. Tapi aktivitas tersebut memberikan pembelajaran AHA buat saya untuk selalu bisa memanfaatkan setiap detik yang dilalui dengan hal-hal berguna :) 

Ayo bagikan juga "10 menit produktif ala kamu"! 


Jangan biarkan waktu mu sia-sia. Jangan sampai waktumu sia-sia 10 menit pun!
@dinadellyana Homogenic di @akberbdg 
ngopi dari sini


Monday, 21 January 2013

Hari ke 21: Memilih Jeruk

Pernah beli jeruk kan?
Biasanya langkah apa yang dilakukan?

gambar dari sini


Kalau di supermaket, langkah yang biasa dilakukan adalah:
1) milih mau beli jeruk apa. Ada yang jeruk-jeruk impor dan biasanya cuma ada 1 jeruk lokal yaitu jeruk medan. Pertimbangan yang dipakai biasanya terkait harga, selera, jejak ekologis (hanya akan dipikirkan oleh yang sudah ikut pelatihan keberlanjutan hehehe) dan juga kemenarikan tampak luar si jeruk.
2) kemudian ambil plastik (langkah 1 dan 2 biasanya bisa dituker-tuker)
3) konsentrasi di depan tumpukan jeruk untuk pilih-pilih jeruk yang paling bagus diantara yang ada. Kalopun sama-sama mulus, pasti aja reflek untuk cari yang paling bagus.
4) pergi ke tempat penimbangan
5) belanja-belaja yang lain atau langsung ke kassa.

Coba baca ulang langkah yang ke 3.

3) konsentrasi di depan tumpukan jeruk untuk pilih-pilih jeruk yang paling bagus diantara yang ada. Kalopun sama-sama mulus, pasti aja reflek untuk cari yang paling bagus. 

Ada proses memilih di situ. Padahal sama-sama jeruk. Dan juga kalau di supermarket sih, kualitasnya cenderung standar. Gak beda-beda amat. Yah sama-sama warna oranye, sama-sama mengandung vitamin C, sama-sama asem-asem seger. Tapi kita teteeeeeepppp aja milih-milih. 

Nah, kehidupan pun seperti itu. Ada proses dipilih dalam setiap langkah. Sama halnya dengan nasib si jeruk yang ada di supermarket.
Mau masuk SD pun ada tes dulu sekarang (di beberapa SD begitu)
Mau masuk SMP SMA juga sama. paling tidak orang dipilih berdasarkan NEM (sekarang apa ya istilahnya). 
Di kelas unggulan, orang pun akan dipilih, Pakai tes psikologi dkk
Mau masuk universitas jg samaaaaa. Sampai bela-belain aneka les supaya lulus tes di perguruan tinggi dan jurusan yang favorit
Mau kerja juga sama. Udah jangan ditanya lagi untuk bisa masuk PNS. Peluangnya kecil apalagi ditambah ada yang sogok menyogok
Kalau udah dewasa pun, ada proses dipilih lagi untuk jadi istri/suami orang
..........

dan lain-lain dan sebagainya. Proses dipilih itu akan selalu berjalan terus sampai jatah waktu hidup kita habis 

Tapi kan kita juga bisa memilih duluan? 
Mungkin ada yang bilang begitu. 

Tapiiiii berbeda dengan jeruk. Dalam kehidupan nyata, hal yang kita pilih tidak pasif. Dia atau suatu aturan main pun berhak memilih kita. Jadi untuk bisa dipilih dalam segala hal, kita perlu benar-benar pilih yang paling baik dan juga memantaskan diri kita untuk dipilih. 






Hari ke 20: Bukan Sekedar Nostagia!

Momen apakah yang biasanya mempertemukan kita dengan teman-teman lama? 

Makan bareng? Buka puasa bersama? 
Acara reuni angkatan? 
Outbond bareng? 
Tanpa sengaja bertemu di event salah satu teman? (misalnya nikahan)
Sama-sama ikut seminar terkait profesi?

Macam-macam momen yang bisa mempertemukan. Tapi kegiatan yang paling khas dari semua itu adalah ngobrol. Biasanya berisi tukar kabar tentang si ini dan si itu sambil mengingat masa lalu. Bercerita tentang kejadian-kejadian yang dulu sempat berkesan. Seputar itulah. 

Bila yang dikenang adalah saat-saat yang menyenangkan, rasa senangnya itu langsung kerasa. Kalau yang dibicarakan saat-saat yang ngebetein, yang langsung kerasa juga betenya. Ada juga yang lama gak ktemuan dan mengalami CLBK *cieee. Ada juga yang "pamer" (ini nih bagian yang paling bikin males). Ada juga yang kemudian jadi nemu celah kerja sama. 

Buat saya, acara reuni bisa juga jadi tempat pamer yang positif! Pamer gaya hidup yang ramah lingkungan tea heheeheh. Mulai dari melakukan aksi-aksi pribadi pengurangan sampah (bawa misting, tempat minum dan juga sampai di kondangan ketika bersama teman pun menggunakan peralatan-peralahan tersebut! Lihat ceritanya di sini). Sampai akhirnya di suatu acara buka puasa bersama 2011, dicoba diterapkan konsep Zero Waste Event. Karena kalau acara reuninya di luar, adaaaaaa aja sampahnya! Mulai dari tissu, sedotan, kadang juga gelas plastik jus, kadang juga kalau di foodcourt ada kemasan makanan yang dari plastik (seperti wadah sambel dari plastik sekali pakai dkk). 

Yeah, pada intinya tujuan dari konsep Zero Waste Event adalah berusaha supaya acara reunian gak nyampah. 

Penerapan konsep ZWE ini bukan hanya pada hari H saja. Temen-temen saya itu sudah disms konfirmasi supaya gak lupa untuk datang ke acara dan juga gak bawa tissu (tapi diganti sapu tangan). Pengadaan makanan dan minuman dikelola oleh saya dan 1 teman. Aktivitasnya mulai dari memesan makanan (termasuk brief ke produsen timbelnya), pinjam perabot zero waste (gelas, piring lidi dan sendok). Tapi tetap dibuka peluang juga untuk bawa makan sendiri. Asalkan tetap mendukung tema acara: sebisa mungkin gak bawa makanan dari luar yang nyampah. Saya buka kesempatan "konsultasi" kalau-kalau ada yang bingung: apakah jenis makanan yang akan dibawa nyampah atau enggak. 

Ketika hari H, memang ada sedikit kecolongan-kecolongan. Tapi tak apa lah, kan memang baru model perdana. Walaupun ada yang tetap bawa tissu, tapi teman saya itu sempat bilang: "Aduh maaf ya Anil, saya pakai tissu". Paling tidak, mulai ngeuh bahwa sebenarnya tissu itu adalah sesuatu yang perlu mulai dikurangi. 

Dan di hari H pada happy juga karena ada beberapa doorprize yang dibagikan (padahal dibeli dari uang iuran makanan juga heheeh) Tau kan, apa isinya? Pastinya perabot pendukung gaya hidup zero waste dong! Lupa lagi hadiah detilnya, kalau gak salah ada sapu tangan dkk. Yang murah-murah, tapi dicoba dimaknai dengan disisipi "surat cinta" yang menjelaskan penyebab doorprize itu diberikan. Misalnya begini:  
Sapu tangan ini bisa dipakai berulang kali (asal dicuci tentunya) untuk menggantikan beberapa peranan tissu. Misalnya untuk mengelap mulut. Kalau tissu kan sekali pakai, dan akhirnya nyampah deh. Kalau sapu tangan ini, paling tidak bisa dipakai 50 kali.  
Kemudian surat cinta itu dibacakan ke semua. Nyelip-nyelipin unsur kampanye-nya dimana-mana lah heheeh 

Acara buka puasa tersebut tetap berjalan standar. Mengenalkan cerita kehidupan masing-masing dan aktivitas ngobrol-ngobrol lainnya. Tapi mudah-mudahan (paling tidak) dalam seumur hidupnya, temen-temen saya pernah merasakan berada di acara reunian yang Zero Waste!

Sayangnya saya tidak mendokumentasikan pernakpernik di acara tersebut. Tapi cuma menemukan 1 foto barbuk nih! Lihat deh lingkaran hitam di pojok kiri. Berhubung tempat reuniannya kantor yang tidak punya banyak gelas, akhirnya dipakai gelas plastik yang bisa dipakai ulang. Pinjam dari YPBB. Sendok-sendoknya kalau gak salah pinjem dari rumah. 

koleksi Ati Kurniasih

Mungkin masih ada beberapa orang yang mengatakan, berpikiran atau tanpa sadar berpikiran: ngapain juga reunian kalau yang diomongin kebanyakan masa lalu? 

Hmm, kalau saya sih yakin bahwa hubungan silaturahmi perlu dijaga terus dengan siapapun. Termasuk dengan teman-teman yang jarang bertemu. Kalau bahasa agamanya sih, silaturahmi akan mendatangkan rizki. Modal sosial itu perlu terus dikembangkan. Itu menurut bahasa yang lebih umum. 

Dan yang pasti, dari contoh di atas, saya bisa menyusupkan kampanye gaya hidup zero waste di acara reunian tersebut :) 



Sunday, 20 January 2013

Hari ke 19: Rek Kitu Wae Hirup teh?

Untuk yang bukan orang Sunda, saya bantu terjemahkan judul tulisan kali ini dalam bahasa Indonesia ya :) 
Terjemahan bebas dari Rek Kitu Wae Hirup teh? = memang hidup lo mau gitu-gitu aja?

Kata-kata ini belakangan lagi trend diucapkan (di lingkungan temen-temen kantor) dalam obrolan dan becandaan. Dalam konteks tertentu, kata-kata tersebut memang cocok sekali menjadi pertanyaan serius yang bisa ditujukan pada diri sendiri maupun pada orang lain. 

PERUBAHAN merupakan kata kunci dalam proses kehidupan manusia. 
Manusia itu akan selalu berproses ke arah diinginkan. Dan cara berproses untuk masing-masing orang akan unik dan spesifik. 

gambar dari sini


Tinggal perkara: 
selama apakah seseorang berproses? 
sebesar apa energi dan sumber daya (waktu, tenaga, uang dll) yang dialokasikan untuk berproses? 
apakah cara yang dipilih untuk berproses memang sudah tepat dan strategis? 
seterampil apa orang tersebut berefleksi?
apakah orang tersebut cukup paham akan kondisi dirinya sendiri (tipe kepribadian, cara belajar, potensi diri dll) 
semendukung apa lingkungan sekitarnya? (teman/komunitas yang bisa mensupport)
dan salah satu yang saya baru ketahui belakangan adalah: sebanyak apa dan life trap apa saja yang diidap oleh seseorang. Life trap dalam bahasa sederhana ala saya adalah aneka jeratan di masa kecil yang kadang kita sendiripun tidak menyadarinya dan itu cukup besar pengaruhnya di kehidupan kita sekarang. 


Semua faktor itu berperan penting dalam proses perubahan. Bila proses perubahan tersebut ingin berjalan dengan maksimal, tentunya banyak hal yang perlu dipelajari sehingga (akhirnya) perubahan diri ke arah yang ingin kita capai bisa terwujud!

Dan harapan lainnya sih: moga-moga lama-lama pertanyaan Rek Kitu Wae Hirup teh? tidak akan muncul lagi :) 
*kecuali sebagai bahan becandaan hehehe