Monday, 21 January 2013

Hari ke 20: Bukan Sekedar Nostagia!

Momen apakah yang biasanya mempertemukan kita dengan teman-teman lama? 

Makan bareng? Buka puasa bersama? 
Acara reuni angkatan? 
Outbond bareng? 
Tanpa sengaja bertemu di event salah satu teman? (misalnya nikahan)
Sama-sama ikut seminar terkait profesi?

Macam-macam momen yang bisa mempertemukan. Tapi kegiatan yang paling khas dari semua itu adalah ngobrol. Biasanya berisi tukar kabar tentang si ini dan si itu sambil mengingat masa lalu. Bercerita tentang kejadian-kejadian yang dulu sempat berkesan. Seputar itulah. 

Bila yang dikenang adalah saat-saat yang menyenangkan, rasa senangnya itu langsung kerasa. Kalau yang dibicarakan saat-saat yang ngebetein, yang langsung kerasa juga betenya. Ada juga yang lama gak ktemuan dan mengalami CLBK *cieee. Ada juga yang "pamer" (ini nih bagian yang paling bikin males). Ada juga yang kemudian jadi nemu celah kerja sama. 

Buat saya, acara reuni bisa juga jadi tempat pamer yang positif! Pamer gaya hidup yang ramah lingkungan tea heheeheh. Mulai dari melakukan aksi-aksi pribadi pengurangan sampah (bawa misting, tempat minum dan juga sampai di kondangan ketika bersama teman pun menggunakan peralatan-peralahan tersebut! Lihat ceritanya di sini). Sampai akhirnya di suatu acara buka puasa bersama 2011, dicoba diterapkan konsep Zero Waste Event. Karena kalau acara reuninya di luar, adaaaaaa aja sampahnya! Mulai dari tissu, sedotan, kadang juga gelas plastik jus, kadang juga kalau di foodcourt ada kemasan makanan yang dari plastik (seperti wadah sambel dari plastik sekali pakai dkk). 

Yeah, pada intinya tujuan dari konsep Zero Waste Event adalah berusaha supaya acara reunian gak nyampah. 

Penerapan konsep ZWE ini bukan hanya pada hari H saja. Temen-temen saya itu sudah disms konfirmasi supaya gak lupa untuk datang ke acara dan juga gak bawa tissu (tapi diganti sapu tangan). Pengadaan makanan dan minuman dikelola oleh saya dan 1 teman. Aktivitasnya mulai dari memesan makanan (termasuk brief ke produsen timbelnya), pinjam perabot zero waste (gelas, piring lidi dan sendok). Tapi tetap dibuka peluang juga untuk bawa makan sendiri. Asalkan tetap mendukung tema acara: sebisa mungkin gak bawa makanan dari luar yang nyampah. Saya buka kesempatan "konsultasi" kalau-kalau ada yang bingung: apakah jenis makanan yang akan dibawa nyampah atau enggak. 

Ketika hari H, memang ada sedikit kecolongan-kecolongan. Tapi tak apa lah, kan memang baru model perdana. Walaupun ada yang tetap bawa tissu, tapi teman saya itu sempat bilang: "Aduh maaf ya Anil, saya pakai tissu". Paling tidak, mulai ngeuh bahwa sebenarnya tissu itu adalah sesuatu yang perlu mulai dikurangi. 

Dan di hari H pada happy juga karena ada beberapa doorprize yang dibagikan (padahal dibeli dari uang iuran makanan juga heheeh) Tau kan, apa isinya? Pastinya perabot pendukung gaya hidup zero waste dong! Lupa lagi hadiah detilnya, kalau gak salah ada sapu tangan dkk. Yang murah-murah, tapi dicoba dimaknai dengan disisipi "surat cinta" yang menjelaskan penyebab doorprize itu diberikan. Misalnya begini:  
Sapu tangan ini bisa dipakai berulang kali (asal dicuci tentunya) untuk menggantikan beberapa peranan tissu. Misalnya untuk mengelap mulut. Kalau tissu kan sekali pakai, dan akhirnya nyampah deh. Kalau sapu tangan ini, paling tidak bisa dipakai 50 kali.  
Kemudian surat cinta itu dibacakan ke semua. Nyelip-nyelipin unsur kampanye-nya dimana-mana lah heheeh 

Acara buka puasa tersebut tetap berjalan standar. Mengenalkan cerita kehidupan masing-masing dan aktivitas ngobrol-ngobrol lainnya. Tapi mudah-mudahan (paling tidak) dalam seumur hidupnya, temen-temen saya pernah merasakan berada di acara reunian yang Zero Waste!

Sayangnya saya tidak mendokumentasikan pernakpernik di acara tersebut. Tapi cuma menemukan 1 foto barbuk nih! Lihat deh lingkaran hitam di pojok kiri. Berhubung tempat reuniannya kantor yang tidak punya banyak gelas, akhirnya dipakai gelas plastik yang bisa dipakai ulang. Pinjam dari YPBB. Sendok-sendoknya kalau gak salah pinjem dari rumah. 

koleksi Ati Kurniasih

Mungkin masih ada beberapa orang yang mengatakan, berpikiran atau tanpa sadar berpikiran: ngapain juga reunian kalau yang diomongin kebanyakan masa lalu? 

Hmm, kalau saya sih yakin bahwa hubungan silaturahmi perlu dijaga terus dengan siapapun. Termasuk dengan teman-teman yang jarang bertemu. Kalau bahasa agamanya sih, silaturahmi akan mendatangkan rizki. Modal sosial itu perlu terus dikembangkan. Itu menurut bahasa yang lebih umum. 

Dan yang pasti, dari contoh di atas, saya bisa menyusupkan kampanye gaya hidup zero waste di acara reunian tersebut :) 



No comments:

Post a comment