Friday, 4 January 2013

Hari ke-4: Yeah! Mari Berdiskusi Melalui Berbagai "Pintu"!

Senang diskusi? 

Ya! bagi kebanyakan orang, diskusi adalah salah satu bentuk aktualisasi diri. Tanpa diskusi, hari-hari berjalan dengan hambar.

Diskusi bisa dimulai dari mana saja. Bahkan (kalau saya sih) kadang suka lupa, bagaimana rute suatu diskusi berjalan sehingga kok bisa tiba-tiba nyasar ke topik yang unik dan seru. 

Nah, tapi hari ini pun saya punya temuan baru terkait diskusi. Ceritanya lengkapnya begini. 

Saat ini mulai banyak sarang laba-laba dalam dunia per-Facebook-an. Mungkin ini terjadi karena banyak yang mulai beralih ke twitter dan atau sibuk dengan grup BBM/whats app dll. Banyak grup (close atau open) di Facebook yang mulai gulung tikar. Ada juga yang belum gulung tikar, tapi mulai collaps. Peristiwa collaps biasanya ditandai dengan penuhnya wall grup tersebut dengan info-info kegiatan dan kadang muncul beberapa iklan nyasar. Diskusi produktif/konten mulai jarang terjadi. 

Nah, tersebutlah sebuah grup di Facebook yang saya ikuti. Grup tersebut masih ramai dengan postingan info kegiatan. Hal ini menjadi wajar terjadi karena salah satu fungsinya adalah memang untuk tempat bertukar informasi kegiatan. Nah, tadi pagi terpikir ide untuk "mengecek": sebenarnya masih adakah orang-orang di grup tersebut yang memang berminat untuk diskusi konten? 

Jreng-jreng-jreng...

Dengan berbekal tulisan Hari ke-3: Angkot? Iya: Angkutan Perkotaan, saya coba iseng-iseng memancing proses diskusi di grup tersebut. Pastinya diberi kata pengantar yang rada provokatif dan diharapkan memang memancing orang untuk mulai berkomentar. Jadi saya posting sekitar jam 6 pagi (tanggal 4 Januari 2013) dan sampai tadi terakhir saya cek jam 22:48 total orang yang terlibat dalam diskusi ada 14 orang! Untuk versi grup tersebut, 14 termasuk kategori ramai. Apalagi setelah mulai jarang terjadi proses diskusi yang bersifat konten. 

Di grup ini cukup banyak orang yang merespon. Kemungkinannya karena memang tema yang dipostingnya cukup sesuai dan juga karena sebenarnya orang-orang masih minat untuk diskusi, tapi kurang atau tidak ada "provokator" yang dapat menyulut awal serunya diskusi. 

"Uji coba" pelemparan isu dan juga analisisnya saya lakukan pula pada 2 grup lain: 
  1. grup teman-teman kuliah. Ini grup cukup parah tingkat kesepiannya. Tapi begitu dilempar isu, ada 4 orang yang turut aktif berdiskusi. 
  2. grup alumni salah satu conference. Ini grup selalu banyak postingan, tapi fungsi diskusinya tidak jalan. Polanya lempar-lempar info kegiatan. Lumayan, ada 3 orang yang nyangkut. 
Nah, dengan proses ririsetan kecil tersebut, sampailah saya pada kesimpulan: 
  • Ternyata asal pancingan dari provokatornya pas, maka proses diskusi bisa berjalan (kembali) ternyata. Tiba-tiba banyak orang-orang "bangkit" di lapak terkait. Pastinya pilihan tema pun berpengaruh. 
  • Diskusi bisa jalan terus karena juga ada moderator yang menanggapi-menanggapi ketika ada yang mengungkapkan pendapat. 
  • Diskusi itu bisa dimulai dengan berbagai macam cara. Yang saya pelajari hari ini, diskusi bisa dimulai dari "pintu" kalimat provokatif dan "pintu" ilustrasi cerita sederhana tentang hal terkait 

gambar dari sini

Yeah, mari berdiskusi melalui berbagai "pintu"!
Apa "pintu" diskusi yang akan teman-teman pilih? 


No comments:

Post a comment