Sunday, 26 March 2017
Mix Moda Transportasi
Saturday, 18 February 2017
Serunya Sesuatu yang Berlabel Pertama
![]() |
| Fasilitasi pertama | Foto: Labtekindie |
Tapi akhirnya cukup lega karena saat pertama itu telah terlalu dan memberikan beberapa catatan penting dalam diri saya, bagian-bagian mana saja yang perlu diperbaiki dan jadi nemu celah-celah sejenis "enaknya bagian ini gimana dibawainnya" dan "enaknya bagian itu gimana biar nyaman buat peserta". Ditambah dengan masukan dari supervisor yang luarrr biasa (saat saya fasilitasi, dia sambil menyimak brief-brief yang saya berikan dan paralel dengan itu, dia memimpin pertemuan juga di ruang sebelah).
![]() |
| Di fasilitasi kedua, peserta beneran pada bawa anak karena memang genk ibu-ibu |
Wednesday, 8 February 2017
Menghidupkan Proses Memaafkan
Salah satu masalah saya yang paling parah adalah kurangnya (gatau ga ada hahah) kemampuan untuk mendeteksi apa yang saya rasakan. Mungkin bisa mendeteksi, tapi kemudian telat menyadari.
Q: Makanan ini enak ga nil?
A: Enak.
Q: Itu enak ga?
A: Enak.
Gitu wehhh, semuanya enak. Antara seneng makan, yang penting kenyang dan penyuka segala kayanya sih.
Sama halnya dengan gini:
Q: Anil sukanya warna apa?
A: Apa aja aku mah. Yang penting fungsinya.
Aslinya gitu pisan.
Termasuk pusing kalo cari baju karena gatau harus milih yg kaya gimana. Padahal dengan duit yang ada, harusnya bisa dimaksimalkan cari baju yg terkece dan termanis.
Anil: Yuk anter beli baju!
Temen: Yuk!
Sampai di TKP
A: aku nunggu di kamar pas ya
Temen ngubek-ngubek nyariin baju yg sekiranya cocok dan bawa 3 potong. Lalu jalan ke kamar pas
T: Nih cobain!
Anil coba baju 1
A: Masuk sini ih. Liat, bagus ga?
T: Hmm lumayan. Cobain dong yang 2 lagi.
Begitu seterusnya. Saking hoream dan ga punya preferensi pilihan.
Sampai datanglah hari malapetaka itu.
Saya punya masalah besar (sebutlah masalah A) sampai stres berat dan sakit. Sakitnya macem-macem, mulai dari sakit telinga, mata, pusing, mata merah, tekanan darah tinggi (sebelumnya tekanan darah rendah wae) sampai diare. Aneka sakit itu datang bersahutan selama sekitar sebulan.
Dan karena sakitnya horor, saya minta ijin ke dokter umum untuk disambil berobatnya ke psikolog juga. Dan diijinkan. Resmilah saya di bulan tersebut saya jadi pasien puskesmas puter dengan langganan dokter umum dan psikolog.
Berbeda dengan dokter umum, konsultasi dengan psikolog hanya 1 kali sesuai jadwal tercantum. Sisanya sesuai kesepakatan melalui wasap.
Beberapa kali datang konsultasi diisi dengan acara tes ini itu untuk mendiagnosa masalah dan kondisi yang sedang terjadi dalam diri saya. Acara tes ini dilakukan oleh mahasiswa S2 yang lagi praktek. Yang berarti bahwa si aa itu teh jam terbangnya masih rendah dalam konsultasi psikologi (wayahna wehhh, namanya jg paket berobat di puskesmas). Pada pertemuan terahir, barulah datang psikolog beneran (supervisor aa-aa mahasiswa S2 tadi) untuk berdialog dengan saya. Sambil pegang kertas-kertas hasil tes saya, si ibu psikolog ngorek-ngorek masalah A saya tersebut.
Setelah sekitar 45 menit berlalu, akhirnya kami bisa sama-sama menemukan masalah yang lebih besar dari masalah A yang saya utarakan dan pikirkan. Dan itu beneran gak saya duga. Buntutnya adalah ada masalah besar B yang bahkan ga saya sadari. Dan itu DIDUGA berpengaruh besar terhadap beberapa keeroran saya belakangan ini.
Jelegerrrrrrrr!
Mau bongkar masalah A tapi kok malah mendeteksi masalah yang lebih besar yaitu masalah B zzzzz. Masalah B begitu terlihat sebenarnya. Namun tak saya sadari.
Psikolog tersebut memberikan beberapa solusi "terapi" yang bisa dilakukan dan menawarkan konsultasi lebih lanjut di tempat prakteknya. Yang mana artinya saya perlu membayar lebih besar dibanding biaya konsultasi di puskesmas. Kemudian saya iyakan. Namun memang saya masih ragu apakah akan lanjut ataukah tidak berkonsultasi
Singkat kata, saya tidak lanjut berkonsultasi karena merasa cukup terbantu dengan "diperlihatkan" masalah B oleh ibu psikolog tersebut.
Proses panjang selanjutnya yang perlu dilalui adalah proses memaafkan diri saya sendiri karena masalah B tersebut bermuara dari sebuah keputusan yang saya ambil (kayanya tanpa sadar akan konsekuensinya dan kurangnya kemampuan untuk mendeteksi apa yang saya rasakan) di masa lalu. Proses tersebut masih berjalan hingga saat ini. Cukup menantang dan perlu dihidupkan terus prosesnya.
Doakan saya berhasil!
Saturday, 4 February 2017
Cerita Sukses vs Cerita Gagal
Saya kembali merasakan serunya saat sedang menjalani tantangan ini. (Sila disimak dan hayu ikutan juga!)
Rasanya nemu kesenangan tersendiri ketika kembali menyadari hal-hal kecil yang telah diupayakan secara konsisten beberapa tahun belakangan ini.
Prosesnya sederhana saja, cukup mendokumentasikan #ceritaSukses kita dalam mengurangi sampah. termasuk #ceritaGagal -nya. Kalau #ceritaSukses, rasanya saya sering tuliskan dalam blog maupun medsos pribadi. Tapi #ceritaGagal justru (baru saya sadari) jarang dituliskan. Padalah katanya kita bisa banyak belajar dari kesalahan. Dan proses mengakui kegagalan, harusnya menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan
Contohnya pada kasus pemisahkan sampah organis dan pemanfaatannya.
Sampah itu sebaiknya (1) dipisahkan dan (2) dimanfaatkan
Katakata itu adalah mantra yang wajib diungkap setiap kali pelatihan Zero Waste Lifestye - nya YPBB dan dalam berbagai kesempatan berkampanye.
![]() |
| Saya dalam salah satu pelatihan ZWL YPBB - yang mana? cari yang paling muda dong~ (dok YPBB) |
Apakah saya beneran menerapkannya dalam keseharian? Jawabannya: YA dan TIDAK! Mengapa?
Jaman tinggal di rumah Cimahi, saya gak ngompos karena sampah sisa makanan di rumah biasanya dimasukkan ke dalam ember khusus. Yang kemudian dijadikan campuran pakan angsa dan ayam. Apakah itu hasil pemahaman akan pengurangan sampah? Engga wkwkw. Disuruhnya aja gitu sama embah. Dan segitu banyaknya aturan di rumah, semuanya juga dilakukan bukan karena bener-bener sadar. Ya karena HARUS weh. Baru kemudian, setelah saya menggeluti dunia persilatan ini, saya jadi sadar: "Oh, itu artinya, sampah sisa makanan di rumah Cimahi sudah dipisahkan dan dimanfaatkan.
Ketika pindah ke kosan Cikutra, akhirnya saya beli takakura! Setelah bertaun-taun pakai takakura hanya di kantor aja. Dan ini beneran bisa neken jumlah sampah yang harus keluar. Begitupun saat pindah ke kontrakan Ujungberung, takakura ikut dibawa dan sampai hari ini masih digunakan rutin.
![]() |
| Dodol oleh-oleh dari Akang pas ke Drajat dan kulit wortel pas numis kemarin |
Jadi, terbuka peluang lebar bagi teman-teman, ibukbapak sodarasodari yang mau kasi kado pernikahan berupa rumah berhalaman luas dan bertanah :)
----
beberapa #ceritaSukses dan #ceritaGagal akan diposting rutin di instagram saya di rentang 1-14 Februari untuk menjawab #TantanganWarga #SuatuHariTanpaSampah dari @rujakrcus
Friday, 27 January 2017
Kampung Halaman?
![]() |
| Sebagian saudara Akang |
![]() |
| Makan bareng |
![]() |
| Mengolah belut |
![]() |
| Belut goreng |
![]() |
| Ibi-nya Akang lagi ambilin genjer di sawah |
![]() |
| Keliatan kan bagian yang item-item tutungnya. Enaks! |
![]() |
| Dan masih ada yang bawa makanan dalam rantang bunga-bunga macem gini :) |
![]() |
| Sungai |
![]() |
| Ibi-nya Akang yang sedang cuci piring di saluran irigasi |
![]() |
| Genk #makanDiSawah : aa, dan ipar-iparnya Akang |
![]() |
| Foto berdua sama Akang. Gatau itu belakangnya naon. Kalo gasalah, kita waktu itu duduk di jembatan kecil |
![]() |
| Saya dan ponakan: maksud hati hanya foto berdua, taunya dapet bonus ayam heheh |
Tuesday, 20 December 2016
Membuat Keputusan
Pernahkah anda merasakan situasi sulit untuk membuat keputusan dalam sebuah kerumunan?
Kerumunan yang saya maksud adalah seperti rapat terkait pekerjaan, diskusi dalam keluarga besar, bahkan untuk hal-hal "sepele" seperti memutuskan tempat makan di luar, memutuskan apakah akan pergi ke suatu tempat ataukah tidak.
Apakah suasana sulit membuat keputusan itu menyenangkan? Kadang suasananya tidak menyenangkan bila hal yang akan diputuskan cukup pelik dan prosesnya muter-muter. Akan lebih rudet lagi kalau ada salah satu orang atau ada pihak tertentu yang keukeuh mempertahankan pendapatnya. Atau berpendapat, tapi ngomongnya terselubung-terselubung. Lammmmaaa pisan itu jadinya dan ujungnya keputusan belum tentu dipahami semua orang dan tidak membahagiakan pihak-pihak yang terlibat.
Teman saya ada yang bilang bahwa, suasana rapat yang pelik itu tegang pisan, bahkan dari luar ruangan pun, suasananya seperti ketegangan suasana di rumah Laksamana Maeda saat 16 Agustus tahun 1945. Hahaha, saya malah ga kebayang suasananya macem apa. Temen saya tuh, menghayati pisan saat belajar sejarah jaman SD. Untuk orang sejenis saya, yang hasil tes psikologinya dibilang plegmatis, cenderung akan berupaya membuat suasana "tenang" karena merasa ga nyaman kalau ada "perdebatan panjang". Rasanya menyiksa banget kalau berada di situasi tegang tersebut.
Solusi serunya pembuatan keputusan yang sempat saya alami di tahun ini dalam proses ber-design thinking barengan sama temen-temen Labtekindie. Sebenernya kejadiannya adalah saya ikut belajar metode design thinking melalui proses memfasilitasi para peserta pelatihan sepanjang tahun. Saya tak akan bercerita panjang tentang design thinking, silakan googling saja,nanti akan keluar banyak link seperti https://www.ideo.com/post/design-kit
Salah satu bagian yang berkesan adalah bagian ideasi. Intinya sih dalam bagian tersebut kita udah kepikir ide gedenya, tapi kemudian perlu mutusin akhirnya mau dipilih 1 ide cerdas untuk dikembangkan di tahapan selanjutnya. Dalam tahap ideasi, proses brainstormingnya secara umum memberikan kesempatan setiap orang untuk lebih membebaskan aspirasinya. Dari proses tersebut, setiap orang dari anggota tim secara aktif terlibat untuk memutuskan 1 ide cerdas untuk dikembangkan di tahap selanjutnya. Yang paling asik kalau digunakan proses train of thoughts..
![]() |
| Foto: Labtekindie |
Ini ngajak orang untuk nulis cepet ide-ide yang terlintas sambil baris. Karena biasanya dibicarakan dan didiskusikan panjang, ujungnya muter-muter lagi dan gak kemana-mana. Ide-ide fresh bahkan bisa sampai hilang atau kelibas sama rumitnya diskusi yang terjadi. Keburu weh ngebulllll!
![]() |
| Serunya: train of thoughts. Foto: Labtekindie |
Apakah keputusan bisa muncul hanya dengan proses brainstorming ini? Tentunya belum. Tapi ini adalah langkah awal yang positif untuk melibatkan semua orang dalam pengambilan keputusan di tahap selanjutnya.
Itu tadi sekilas pikiran yang terlintas di suatu siang setelah sekian
Yuk, belajar bareng untuk cari metode seru dalam memutuskan. Seru tetapi tidak menghilangkan esensi dari proses pembuatan keputusan tersebut. Dan jangan lupa untuk menerapkan dalam keseharian. YIIIHHHAA!
Friday, 14 October 2016
Bahagia Adalah
.
,
,
,
dan seterusnya.
Bahagia adalah kondisi yang berkebalikan dari perasaan hati sedih yang teramat sangat tersebut.
Kebahagiaan ternyata sering kita alami loh. Tapi mungkin hal-hal kecil dan sederhana tersebut yang kurang kita maknai sebagai kebahagiaan. Saya menemukan beberapa gambar keren nih.
Kebahagiaan adddaalahhhh
Nah! Emang udah paling bener kalo kita bisa tidur nyenyak sambil diiringi irama alam yaitu suara hujan di balik jendela rumah kita. Hmm, jadi kangen pulang ke rumah soalnya jendela di kosan rada jauh ke arah ruang terbuka. Jadi ga bisa memandang hujan yang turun secara langsung.
Alias cicing atau diem ga ngapa-ngapain. Ini kondisi yang nikmattt pisan kalo beres abur-aburan kesana kemari tanpa henti dalam waktu yang panjang. Rasanya tiada yang diinginkan selain cicing dan menikmati kasuuurrr.
Gambar di atas masih ada hubungannya dengan tidur (hahah, maklumin aja da saya mah pemalas). Tidur siang (ataupun tidur malam) setelah kekenyangan itu nikmat bangeettt. Resikonya menggemuk dengan cepat. Lalu untuk mengkompensasi rasa bersalah setelah melakukannya adalah lari-lari beberapa keliling. Lalu ujungnya makan enak lagi. Gitu aja terus hahaha. Proses pertumbuhan ke samping berjalan dengan pesat.
Nah nah! Punya temen yang "gelo" juga salah satu kenikmatan yang ada di dunia ini :)
Gatau kenapa, ada aja temen yang aneh-aneh teh. Bahkan ketika tak selalu bisa bertemu, mereka tetap bisa terhubung di dunia maya, di dunia chatingan.
Ini kayanya paling sering. Bersama temen yang aneh-aneh lalu ketawa-tawa tentang hal konyol. Bagi orang lain mungkin ini mungkin tampak ga penting, yatapi seru aja rasanya. Itulah bahagia.
Keluarga dan rumah. Saat kamu bisa merasa tenang waktu pulang dan menjumpai keluarga dan segala masalah yang ada di luar rumah bisa "dihentikan" dan "dilupakan" sejenak, itulah surga duniaaa~
Iya, rasanya senang kalau lihat orang bahagia! Senyum seringkali, tanpa sadar, ikut mengembang. Kapankah rasa ini terakhir hadir di hati kamu?
Tah ini juga udah paling bener! Pengalaman terahir mantai terjadi beberapa bulan yang lalu. Itu rasanya enak banget duduk diem di pinggir pantai sambil memandang ombak. Apalagi saat itu, pantainya berombak gede banget (dan emang ga boleh turun sih kalo di pantai itu mah). Ditambah lagi dengan: jalan menuju ke pantai tersebut heboh banget bikin mabok. Juarak!
![]() |
| Foto: Kandi Sekarwulan |
Wkwkkw, INI BENER BANGET. Kalau ada orang yang sering ngeselin, yaudah diemin ajalah. Ladeni sebisanya, selesaikan masalahnya, kalau memang tetap sulit, yasudah abaikan saja. Kalau di dunia maya: unfollow akun-akun yang bikin hidup kita ribet, ato suka nomention-nomentionan, Niscaya hidup kita akan lebih bahagia. Percayalah.
Ini bener-bener-benerrrr banget! Rasanya bahagia pas beberapa waktu yang lalu sempet turun 6 kilo dalam waktu 3 bulan. Setelah perjuangan panjang mengatur asupan makanan yang masuk ke tubuh yang sangat-senang-makan ini. Pernahkah kamu merasakannya juga? :)
Orang lain sih mungkin hengot-hengotan ke manaaa gitu. Pulang pagi dll. Tapi ga gitu juga sih, dengan masak-masak seru pun, rasa bahagianya begitu mengembang di hati #eaa
Ini salah satu gank terbaru papasakan di malam hari (kalo pagi sampai sore tak bisa karena pada sibuk).
![]() |
| Foto: Catur Ratna |
Masih banyak nih gambar-gambar lucunya, Nanti kapan-kapan disambung lagi ya.
Dan tulisan ini diakhiri dengan rasa syukur karena sampai detik ini (dengan segala badai yang terjadi) saya masih memiliki kalian semua! Temen dari berbagai genk. Teman-teman baik yang ada di masa senang dan sulit. Peluk satu-satuuuu :*
YUK BAHAGIA!
![]() | ||
| Twitter @1mg1cerita | Facebook 1minggu1cerita | Instagram @1minggu1cerita |








































