Saturday, 2 May 2015

Malu sama Kucing

Jadi anak baik gaboleh menangis
Malu sama kucing
Meong-meong-meong


Pada pernah denger lagu itu kan? Yang belum sempet denger, silaken play di bawah ini :)



Itu lagu yang sempet ngehits beberapa waktu yang lalu. Nah, lagu ini menggambarkan kedekatan hubungan kucing dengan manusia. Anak kecil aja udah diajarin malu sama kucing hehehe.

Terkait dengan itu, saya jadi inget jaman kecil. Salah satu cita-cita saya adalah ingin menjadi pengurus kucing! Hahaha. Beneran! Sempat bikin dan memakai name tag dari kertas dan pake penitik. Tulisan di name tag nya: PENGURUS KUCING. Ditulis pakai pulpen. Gatau kenapa, kepikiran dan tiba-tiba melakukan hal semacam itu.

Di rumah, sejak kecil memang banyak kucing. Pada jaman kejayaannya, kucing di rumah sampai belasan ekor. Itu kucing kampung semua. Mereka bebas datang dan pergi. Tapi karena selalu dikasi makan secara rutin, ya mereka balik lagi semua ke rumah. Rasanya dulu seru punya banyak kucing. Sampeka ngajajar pada makan berjamaah. Ga kebayang, dulu berapa biaya yang dikeluarkan buat beli ikan kucing. Piringnya pakai piring seng. Sehingga kalau ada acara makan yang piringnya pakai piring seng, saya langsung kebayang bahwa "itusih piring kucing".

foto diambil dari sini


Tadi buka-buka bentar album foto jaman kecil. Dan menemukan 1 foto lagi unyek-unyekan sama kucing.

Album fotonya sempet kehujanan dan eta aurattt! Gpp lah ya, da masih di bawah umur

Ya memang, kucing sangat dekat dengan keseharian kita. Sekarang di rumah hanya ada 1 kucing. Selalu ada sepanjang waktu kayaknya. Sebelum kucingnya mati, biasanya kucing pengganti sudah datang. 

Kucing tuh emang binatang yang cocok jadi peliharaan di rumah karena bisa diunyek-unyek. Ini dia kucing yang sekarang eksis warawiri di rumah. Tepatnya ini kucing peliharaan ade dan tapi ahirnya semua orang di rumah merasa memilikinya. Gendut pisan. Namanya Bubu. 





Fenomena baru terkait kucing jaman sekarang paling tidak ada 3. 

Pet shop
Sekarang mulai menjamur pet shop. Mulai dari jualan kucingnya, pakannya, mainannya, pasir buat BAB, sabun mandi bahkan bajunya. Dulu sih, karena kucingnya pun kucing kampung, cukup dikencar dan makanannya pun dibelikan asin/atau ikan di warung. Pet shop ini sekarang mudah ditemui di kawasan perkotaan. 

Salon kucing
Tadi googling bentar dan sekilas melihat ada jasa salon yang bisa dipanggil, ada yang kucingnya bisa diantar jemput dan ada yang seperti salon biasa alias, kucingnya yang dateng ke salon. Apa saja aktivitas persalonan tersebut? Ada mandi, sisir, potong kuku dl. Aya-aya wae dan tentunya ada sejumlah uang yang perlu dialokasikan khusus oleh para pemilik kucing jaman sekarang. 

Menjamurnya perkucingan di medsos
Beberapa akun di instagram bahkan khusus memuat tentang tampang lucu si kucing. Ini dipermudah dengan mudahnya akses internet dan juga kamera yang biasanya sudah tertanam di smartphone. Sekarang cukup jepret dan upload. 




Punya pengalaman menarik saat mengurus kucing? Mari berbagiii :) 

No comments:

Post a comment