Tuesday, 21 January 2014

Hari 15: Idola Baru: Diébédo Francis Kéré !

Ada yang sudah pernah dengar nama ini?
Diébédo Francis Kéré

Atau pernah lihat foto orang ini?



Atau, pernah dengar nama negara: Burkina Faso?

Sebagai yang kurang gaul, saya belum penah melihat foto, denger nama maupun nama negara yang tadi disebut-sebut di atas.

Tapi setelah lihat video presentasinya di TED dan juga googling sedikit, dengan ini saya rekomendasikan bahwa: si bapak ini cocok pisan untuk jadi idola baru!

Mengapa?

Cerita lengkap dan mempesonanya silakan lihat di video berikut:



Kalau video yang diatas terasa menyedihkan (karena anda tidak begitu paham bahasa inggris seperti saya), silakan lihat di sini. Pada link barusan, bisa diset ada transkrip dan subtitle bahasa Indonesianya.

Kalau mau baca-baca lengkap tentang sepak terjangnya bisa lihat di webnya.

Si bapak ini adalah seorang arsitek. Tapi bukan arsitek biasa. Ini beberapa hasil karyanya. Dan sebagian besar bahan utamanya dari TANAH LIAT.






Yang bikin keren adalah bukan hasil akhir bangunannya!
Tapi proses pembangunannya yang memberdayakan masyarakat sekitar. Bangunan ini dibangun bersama-sama dengan dipimpin oleh si bapak Francis di sebuah negara yang menurut Bank Dunia adalah salah satu negara termiskin di dunia.

Pembangunan ini dilakukan setelah Francis lulus sekolah di "kota" sebagai arsitek. Bersekolah sampai menjadi arsitek adalah hak istimewa bagi Francis. Bagaimana itu tidak istimewa? Di kampung tersebut (pada jamannya), bahkan tidak ada bisa sekolah setinggi itu selain Francis. Saya tidak katakan bahwa satu-satunya kesempatan belajar adalah melalui pendidikan formal, tapi bersekolah di "kota" sedikit banyak memberikan warna inovasi di dalam diri Francis.

Cita-cita Francis begitu jelas dari kecil yaitu: "ingin memberi kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak lain di Gando. Saya ingin menggunakan keahlian saya dan membangun sebuah sekolah." Saya tak kan bandingkan dengan orang lain, tapi justru berkaca pada diri sendiri yang bahkan sampai lulus kuliah ga-tau-mau-ngapain (tau sih, tapi hanya cita-cita yang gak kepikiran dalem dan standar. Yang pasti saat itu visinya kurang puguh. Bahkan sampai sekarang belum terumuskan dengan jelas visinya).

Balik lagi ke cerita Francis, begitu lulus menjadi arsitek, dia segera kembali ke daerahnya dan kemudian dia menawarkan ide baru untuk membangun dengan TANAH LIAT dengan inovasi menggunakan lumpur. Kerja keras Francis selanjutnya adalah proses meyakinkan banyak orang di kampungnya, karena belum pernah ada yang melakukan hal tersebut sebelumnya. Itu pasti proses yang tidak mudah! Untungnya di kampung tersebut masih ada semangat gotong royong sehingga setelah banyak orang merasa yakin, aktivitas selanjutnya adalah proses kerja  bersama berbagai lapisan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai potensi keahlian yang telah ada.

Hasilnya bangunan yang modelnya seperti gambar di atas. Hasil sampingannya juga banyak. Berbagai penghargaan sudah pasti diraih oleh Francis dan sebetulnya penghargaan tersebut (kalau menurut saya) merupakan penghargaan yang diraih oleh hasil kerjasama masyarakat Gando (nama kampungnya). Hasil sampingan lainnya, simak di video saja secara lengkap.

Kembali saya bilang: yang penting bukan di produk akhirnya, tapi justru di proses inovasinya dan kemampuan Francis untuk mengorganisir warganya.

Francis: anak kecil dari Burkina Faso yang kemudian menjelma menjadi penggerak masyarakat dengan niat tulus untuk membangun komunitasnya!

*tulisan ini dibuat berdasarkan info yang sapotong-sapotong karena keterbatasan waktu untuk cari info lengkapnya dan juga keterbatasan untuk ngerti bahasa inggris yang baik dan benar :)


No comments:

Post a comment