Wednesday, 16 March 2016

Kimchi + Kimjan

Edisi cerita minggu ini berbau Korean ah. Bukan karena kemarin-kemarin banyak nonton film Korea sih, tapi karena di hari minggu kemarin, saya ikutan kegiatan ini niiiih


Poster: Kuncup Padang Ilalang

Membuat fermentasi rumahan ini sebenernya adalah tantangan yang sudah dari lama ingin saya jawab. Walaupun di Indonesia kita gak mengalami musim dingin sehingga harus nyetok makanan (sayur atau buah) fermentasi, tapi kondisinya adalah ada kalanya kita punya stok sayur atau buah berlimpah. Daripada sayur atau buah tersebut jadi food waste, mending diawetin sehingga gak terbuang. Dikulkasin bisa tentunya. Dan fermentasi adalah salah satu alternatif pengawetan lainnya. 

Jaman kuliah (sebagai anak biologi tea lah ya, maenya weh) saya sempat dapet mata kuliah yang didalamnya belajar tentang fermentasi-fermentasian. Tapi kayanya banyakan teori dan prinsip yang lupa daripada yang inget. Yang samar-samar diinget adalah dulu sering praktikum bikin ini itu yang ujungnya bisa dimakan. Bagean makan-makan aja inget wkwkwk. Jadi emang perlu belajar lagi biar semangat dan derrrrr dicoba dijalankan dalam keseharian.

Berbekal keler kaca, lap kain bersih, karet gelang dan uang 25ribu sajah, akhirnya berangkatlah saya ke Rumah Kail untuk belajar lagi tentang proses fermentasi. 25 ribu sih tanpa biaya untuk pematerinya. Justru biar bisa dapet konsumsi sehat (jagung rebus dan teman-temannya) saat berkegiatan dan pulang bisa bawa hasil olahan kimchi dan juga kombucha (tentang kombucha saya ceritain kapan-kapan ya).

Mari kita kimjan! Kimjan adalah istilah yang dipakai untuk aktivitas bikin kimchi rame-rame. Nama boleh ke-korea-korean, tapi sayurnya pasti bisa didapat di pasar lokal seperti sawi putih, wortel dan timun. Bumbu-bumbunya ada yang hanya ada di Korea jadi perlu dibeli di supermarket khusus, tapi bisa diganti sama yang lokal-lokal, contohnya bubuk cabe. Sisanya bisa banget dari bahan-bahan lokal. Resep lengkapnya bisa diintip aja di blog resep-resep ternama seperti disini.


Ini pas penjelasan awal dari Dhila


Dan saya baru tahu bahwa kimchi ternyata adalah salah satu dari 5 makanan tersehat di dunia! Wah hebaaattttt! Orang Korea katanya sehat-sehat karena biasa makan yang mentah-mentah dan juga aneka fermentasi rumahan. Ini berguna untuk daya tahan tubuh dan bikin mereka ga gampang sakit. Kenapa? Karena dari proses fermentasi tersebut akhirnya makin bertambah banyaklah bakteri-bakteri baik di dalam kimchi dan bakteri-bakteri tersebut baik untuk tubuh. Jadi, catatan penting "mengapa kita perlu makan makanan terfermentasi" selain untuk mengurangi potensi food waste, juga untuk memperbanyak pasukan bakteri yang baik untuk tubuh.

Tahap-tahap pembuatan kimchi hanya 2 saja. Setelahnya, kimchi siap disantap setelah 2 hari disimpan di wadah yang tertutup.


Foto: Jessisca Fam


Foto: Jessisca Fam

Acar adalah makanan yang gak terlalu saya minati. Kalau pesen nasi goreng dan kawan-kawannya di tempat makan, biasanya saya pesan tanpa acar. Dengan aneka pengetahuan baru saat membuat kimchi ini, paling tidak menambah semangat saya untuk mencoba menikmati enaknya acar-acaran seperti kimchi. Apalagi kimchi bukan dibuat dari cuka pabrikan, jelas lebih sehat.

Tapi rupanya lidah ini belum sepenuhnya familiar dengan kimchi. Jadi saya mencoba memasak kimchi menjadi makanan olahan. Resep yang keren-keren dari kimchi silakan digoogling sendiri lah. Misalnya seperti resep sup kimchi ini. Kemarenan, saya akhirnya masak kimchi pakai bahan seadanya di kosan dan sabisa-bisa aja da tanpa resep yang jelas. Hasilnya enakkkkk! Jadi selain sehat, si kimchi ini ternyata bikin rasa seger yang khas bagi makanan olahannya.


Nasi Goreng Kimchi

 

Bihun Kuah Kimchi

Mie Kuah Kimchi


Begitulah hasil petualangan berkimchi ria bersama teman-teman di rumah Kail :)


No comments:

Post a Comment