Saturday, 25 June 2016

Cerita 19:16

Apa yang anda bayangkan tentang AFRIKA?
Jangan dulu dijawab, tapi baca dulu seluruh tulisan ini. 


Satu hal yang menjadi salah satu kekurangan saya adalah: kurang bisa (atau belum bisa kaliya) menceritakan sesuatu dengan alur logika yang tepat. MENGAPA? Ada 2 penyebab sepertinya. Pertama, emang masih kebingungan untuk menyampaikannya dengan bahasa yang bisa dipahami oleh orang lain. Penyebab kedua, saya memang sebenarnya belum sepenuhnya tau KENAPA, tapi sebenarnya insting berkata bahwa MEMANG DEMIKIAN.


Penyebab yang pertama yaitu: KESULITAN DALAM MENGKOMUNIKASIKAN akan lebih mudah diurus. Asal rajin berlatih dengan cara yang tepat. Kalau bentuknya komunikasi lisan, ya berlatih teruslah untuk membicarakan suatu tema dari waktu ke waktu. Baik dalam kesempatan formal maupun informal. Kuncinya adalah MAU BERUSAHA. Kesempatan untuk berbicara? Pasti bakal ada kalau kitanya memang berniat untuk berlatih. Kalau bentuk komunikasi yang sifatnya tulisan? Berlatihlah dengan menggunakan media yang paling disukai. Kalau jaman dulu pisan mungkin diari lah yang menjadi salah satu media yang digemari, sekarang nulis bisa pindah ke media online seperti blog dan aneka medsos lainnya. Jam terbang akan membuat kita lancar dan makin lancar mengkomunikasikannya.


Penyebab yang kedua inilah yang bikin pala pusing orang yang mendengar. Kalopun ga pala pusing, minimal pendengarnya perlu lebih bersabar untuk mengurut alur logika saya. Bahkan yang biasa saya perlukan adalah justru membicarakan hal yang masih belum jelas runtutan logikanya kepada orang lain dan sambil mikir. MIKIR sambil NGOMONG tuh selama ini cukup efektif untuk menggali ide-ide yang berantakan di otak. Walaupun perlu menemukan orang-orang yang mau sabar menjadi teman untuk "merapikan" ide-ide tersebut. Bahkan dari proses mikir sambil ngomong tersebut, sering memunculkan ide-ide yang tak bisa diduga sebelumnya. Ide cerdas itu seperti bermunculan begitu saja saat pembicaraan berlangsung. Kalau bisa sampai pada kondisi itu, rasanya bahagia!


3 paragraf di atas pun tiba-tiba aja muncul setelah saya menyimak video TED berikut. Intip dulu deh. Menarik banget disimak bagi teman-teman yang senang dunia bacatulis.





Dari cerita 19:16 menit ini, saya merasa mendapatkan 1 (lagi) alasan mengapa rutinitas menulis perlu dibangun. IYA, seperti menemukan jawaban tanpa dicari. Prosesnya sama seperti saat MIKIR sambil NGOMONG. Ujug-ujug dapet jawaban dan bahagia.


Dari cerita yang rada panjang ini, ada kutipan berikut:

Kata si tanteu Chimamanda Adichie:

Cerita-cerita itu penting. Banyak cerita itu penting. Cerita telah digunakan untuk mengusir dan memfitnah. Tapi cerita juga dapat digunakan untuk memberdayakan, dan memanusiakan. Cerita dapat merusak martabat orang. Tapi cerita juga dapat memperbaiki martabat yang rusak.


Cerita (maksudnya tulisan) emang seperti pisau. Bisa dipakai untuk kebaikan dan juga untuk keburukan. Baik buruk pun relatif sebenarnya. Tergantung keyakinan yang dianut, tergantung pengalaman hidup yang pernah didapat, tergantung waktu dan kondisi saat cerita tersebut ditulis dan dibaca. Dan banyak faktor penentu sehingga sebuah tulisan dikategorikan menuju kebaikan atau tidak. 

Contoh yang diberikan dalam celoteh si tante orang Nigeria dalam video TED ini justru menampilkan efek buruk dari cerita atau tulisan. Tulisan yang seperti apa? TULISAN yang TUNGGAL. Tulisan yang ditampilkan bolak-balik dan terus-menerus (walaupun dalam berbagai versi dan bahkan media) sampai akhirnya mengesankan bahwa "sesuatu" menjadi hanya dimaknai satu. Bahkan dengan mengubah sudut pandang tulisan dan pemilihan kata-kata yang tepat, sebuah tulisan bisa bermakna sangat berbeda

Cerita tunggal menciptakan stereotip. Masalah dengan stereotip adalah bukan berarti hal itu tidak benar, tetapi tidak lengkap. Mereka membuat satu cerita menjadi satu-satunya cerita.

dan satu-satunya kebenaran. Emang apa masalahnya? Contoh dalam keseharian tentang ini banyak bangeeet. Bahkan bahayanya seperti bahaya laten. Tak terasa tapi tau-tau masuk ke dalam pikiran kita. Tak cukup hanya sampai di situ. Pikiran tentang stereotip juga bisa mempengaruhi perilaku kita terhadap hal tertentu. Yang bisa jadi buruk akibatnya. Entah buruk untuk diri kita maupun untuk pihak yang mempunyai cap stereotip tertentu di jidatnya . 

Jadi, marilah kita berupaya menampilkan aneka cerita dan tulisan yang justru bisa mencerahkan kehidupan ini. Nulisnya seberapa banyak? Gak usah banyak-banyak lah. Secukupnya saja, yang penting kebiasaan menulis tersebut dibangun dulu. Tentang apa? Tentang hal-hal menarik yang kita temui dong! Yakin deh, pasti ada dan pasti bisa dibagikan ke orang lain pembelajarannya. 

Sip, nuhuns kepada tante Chimamanda Adichie yang videonya menginspirasi saya malam ini!
Mari (rutinkan) menulis :)

NB: setelah membaca tulisan saya dan menyimak video dari tante 
Chimamanda Adichie, inilah saatnya anda menjawab: Apa yang anda bayangkan tentang AFRIKA? Apakah berbeda dengan yang anda bayangkan sekilas di awal? 




follow: @1mg1cerita

3 comments: