Showing posts with label Kampanye. Show all posts
Showing posts with label Kampanye. Show all posts

Wednesday, 8 January 2014

Hari 3: Zero Waste Kit di Dalam Tas?

Masih suka nyampah? 
Saya dan temen-temen biasanya nyebutnya "gak Zero Waste". 

Banyak orang yang bilang bahwa: gak mungkin dong kita gak menghasilkan sampah, kita kan hidup dan pasti mengeluarkan sesuatu ke alam. Nah, berarti istilah nyampah atau gak nyampah sangat tergantung pada definisi kata "sampah" yang ada di kepala kita. 

Gampangnya sih, kita dibilang gak nyampah dan menuju Zero Waste bila: sampah yang dihasilkan sebanyak mungkin adalah sampah organis (yang berasal dari hewan dan atau tumbuhan). Tapi, bukan berarti kita bisa panen sebanyak-banyaknya bahan organis ini dari alam. Jumlah mereka pun dibatasi oleh kemampuan bertumbuh kembalinya dan juga perlu diingat juga bahwa, setelah dia jadi sampah (setelah tidak dipakai) maka perlu perangkat di alam yang bisa mengelolanya supaya bisa balik lagi jadi tanah. Nah, si alam inipun, punya daya pemurnian diri (kemampuan untuk menguraikan) yang terbatas. Jadi perlu seimbanglah. 

*kalau pusing baca paragraf di atas, jangan khawatir! Biasanya kita bisa paham konsep tersebut setelah mengikuti pelatihan keberlanjutan yang durasinya minimal 2 hari :) 

Baiklah, mari kita mulai mengurai tentang perangkat apa saja yang perlu dimiliki dan dipersiapkan di dalam tas (bisa juga di rumah dan atau di tempat aktivitas) untuk mulai ber Zero Waste!


Kita sebut sebagai Zero Waste Kit!


1) Tas kain: mengurangi penggunaan kantong kresek. 
Modelnya macam-macam. Mulai dari yang kelas mahal (berharga 50ribu ke atas), yang sedang dan sampai gratisan. Gratis karena diberi orang lain/kit acara ataupun karena memakai bahan bekas yang ada di sekitar. 


Tas dari kaos bekas (sumber dari sini)
Kata kuncinya: bukan jenis bahan ataupun harga yang akan memaksimalkan penggunaannya! Tetapi pada sisi: 
1) apakah tas kain itu selalu stand by di sekitar kita? (tersimpan selalu di tas bepergian. atau disimpan di dekat pintu keluar rumah sehingga akan lebih mudah untuk mengambilnya setiap diperlukan) 
2) bila no 1 sudah terpenuhi: PR selanjutnya adalah membiasakan memakainya, tak perlu karena kita tampak berbeda dibandingkan dengan orang lain. 


2) Lunch Box (misting dalam bahasa sunda) : mengurangi aneka kemasan sekali pakai (plastik bening, kresek, kertas nasi, styrofoam) 

Ketika berencana akan membeli makanan di luar, kita bisa mengurangi sampah dengan cara: 
1) makan di TKP, juga bisa mengurangi kerjaan mencuci piring sendiri :) 
2) mengemas makanan menggunakan misting ataupun rantang yang telah dibawa. 
Berarti syarat pentingnya: kita punya memiliki sejumlah simpanan lunch box di tas/ rumah/tempat aktivitas.


Contoh misting dari kaca (sumber dari sini)

Yang sering terjadi dalam penggunaan misting ini adalah: 
1) lupa bawa dan baru ingat ketika sampah ke TKP penjual makanan
2) ingat, tapi malas bawa karena: 
- tasnya kecil dan tidak cukup untuk memuat misting
- ada kerjaan tambahan untuk mengatakan request khusus ke penjual terkait dengan pengemasan makanan "spesial" kita. 
- males ribet karena harus nenteng-nenteng misting kosong dari rumah
- malu karena terlihat "lain" dibanding pembeli yang lain. 

Terlepas dari aneka kendala tersebut, langkah kongkrit yang saya lakukan selama ini adalah: selalu bawa misting kosong di dalam tas. Memang resikonya adalah: gak bisa pakai tas yang berukuran kecil, tapi tak mengapa karena aksi ini bisa jadi langkah jitu untuk mengurangi sampah dari awal. 

3) Tumbler (tempat minum plastik/kaca/alumunium): mengurangi penggunaan kemasan AMDK (air minum dalam kemasan)

Membawa tumbler punya keuntungan yang sangat nyata! Pastinya akan mengurangi pengeluaran kita terkait pembelian AMDK atau minuman-minuman kemasan lainnya. Dari sisi kesehatan pun, kita bisa memastikan diri meminum jumlah air yang cukup, tanpa perlu mencari pedagang minuman atapun warung/toko. 


contoh tempat minum untuk bekal (sumber dari sini)

Tapi dari segi lingkungan, pastinya upaya membawa tumbler dapat mengurangi penggunaan kemasan AMDK dari awal. Apalagi bila dipastikan bahwa di tempat yang akan kita kunjungi, tersedia refill air bening. Wow, berarti kita tidak perlu membawa tumbler yang berukuran besar. Sama halnya dengan kita membaca gelas sendiri dari rumah. 

4) Sapu tangan: mengurangi penggunaan tissue 
Adakah yang jaman kecilnya dibiasakan oleh orang tua untuk membawa sapu tangan? Hal tersebut dulu terasa biasa dan bukan sesuatu yang menjadi beban. Tapi sekarang keadaan sudah jauh berbeda. "Kalau bisa gampang, ngapain repot-repot?" Fenomena tersebut terjadi juga pada penggunaan sapu tangan yang mulai ditinggalkan. Lagipula menggunakan tissu dianggap praktis karena dianggap lebih higienis dan juga tidak perlu repot-repot mencuci sesudahnya. 


sapu tangan handuk yang motifnya bervariasi (sumber dari sini)

Yuk mulai lagi membawa saputangan secara rutin di dalam tas kita. Saat ini cukup banyak pilihan jenis sapu tangan. Mulai dari yang berbahan kain (katun ya?) sampai ke yang berbahan handuk bermotif lucu-lucu. 

Demikianlah 4 perangkat yang selalu tersedia pada tas saya. Bila keempat benda tersebut sekarang belum kamu miliki, memang perlu ada investasi di awal untuk membelinya. Tapi begitu barangnya ada, tingkatan tantangan selanjutnya adalah merutinkan membawanya. Tantangan yang lebih advance lagi adalah: memastikan barang itu digunakan saat diperlukan. Kadang adaaaaa aja godaan-godaan yang menghambat upaya kita untuk mengkonsistenkannya. 

Jadi, mari mulai cek tas masing-masing dan mulai melengkapinya dengan Zero Waste Kit untuk mulai membiasakan diri mengurangi sampah dari awal!



Sunday, 3 February 2013

Hari ke 24: Infografik

Pernah denger istilah infografik? 
Saya baru belakangan ini baca dan lihat contoh-contoh infografik. 

Jadi ceritanya begini. 
YPBB kan dulu punya acara rutin tahunan yang dikasi judul Festival Taman Kota. Jebot lah itu kegiatannya. Terakhir diadakan tahun 2005. Tepat saat saya mulai melek sama isu lingkungan dan kenal YPBB. 

Ini beberapa poster kegiatannya: 




Keliatan jadul kan poster-posternya? Harap maklum, itu kan periode sebelum 2005 :) 

Jadi si festival taman kota ini diadakan di taman Cilaki (taman Lansia). Konsepnya, tim festival taman kota menghampiri pusat keramaian. Di taman itu kan selalu banyak orang yang lewat setelah beres berolahraga di Gasibu. Tapi beberapa tahun belakangan ini, tema besar orang-orang yang berkeliaran di taman lansia adalaaaah BELANJA. Ya, makin banyak orang yang dagang dan belanja di area Gasibu + taman Cilaki. 

Media yang digunakan tim YPBB bermacam-macam. Mulai dari meja info (meja yang dilengkapi dengan poster tentang YPBB dan programnya + info-info lingkungan - factlist), permainan lingkungan yang edukatif untuk anak-anak dan poster bertema lingkungan! Di setiap site ada relawan-relawan yang siap membantu. Termasuk di area poster. Para relawan dengan senang hati berbagi dan berdiskusi dengan para pengunjung. 

Proses pembuatan posternya unik! 
Jadi ada relawan yang bertugas untuk riset materinya, kemudian staf YPBB membuatkan konsep dari posternya, dan kemudian ada relawan yang bergotong-royong untuk membuat posternya. 

Berikut beberapa contoh posternya:


anak dan racun? jadi inget madu dan racun (2005, YPBB)


tentang air (kayanya tahun 2004: YPBB)
ini bukan tema lingkungan, tapi tentang program YPBB.
 ihiy! dulu ikutan bikin pas jaman 2005 :) 


salah satu poster dari serial tema sampah (2006: YPBB)

Mulai tahun 2006 festival taman kota ditiadakan. Sayang sekali ya :( 

Tapiiii, akhirnya muncul dalam kemasan baru! Jadinya lebih sering tampil (bukan hanya setaun sekali doang), juga dalam tema yang relatif sama sehingga hampir setiap bulan bisa dilakukan dengan mengurangi aneka persiapan yang ribet (tetap riweuh ngangkut-ngangkutnya sih. Tapi paling tidak semua medianya sudah tersedia dan siap dipakai ulang). 

Materi gacoan dari acara Kereta Kota (itu nama kemasan barunya) adalah serial kampanye Zero Waste. Semua bertema Zero Waste, mulai dari meja info, permainan anak-anak (dan bahkan belakangan ada permainan untuk usia dewasa sebagai media untuk mulai ngobrol tentang lingkungan), peragaan model pemisahan sampah dan pengomposan. Ya pokoknya semua dibuat 1 tema. 

Sedjak 2005 sampai sekitar 2011 semua media bolak-balik digunakan. Yang paling babak belur adalah posternya. Mulai sobek-sobek plastik pembungkusnya. Sempat diganti, tapi si YPBB rasa berbagai kontennya perlu juga segera diperbaiki. 

Jreng jreng jreng, 
Akhirnya si YPBB punya program perbaikan poster. Baik dari sisi konten maupun dari sisi tampilan fisik dan juga ke-ergonomisannya (maksudnya biar gampang dibawa-bawa, dipasang dan diberesinnya). 

Nah, dari situ prosesnya cukup panjang. Salah satu diskusi serunya adalah tentang istilah POSTER. la la la la panjang ceritanya ya (gak perlu diceritain di sini). Tapi akhirnya ditemukanlah satu istilah yang sesuai dengan konsep poster yang diinginkan oleh si YPBB. Ternyata yang dimaksud adalah Infografis. Nih pengertiannya menurut si wikipedia: 

Grafis informasi atau infografis adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafis ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas,[1] seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan.

Istilah dan contoh-contoh infografis didapat dari hasil ngobrak-ngabrik Pinterest. Keren-keren ternyata cara orang mengemas info yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. 

MARKIPOS! Alias MARi KIta ngomPOS adalah salah satu contoh infografis yang berisi ajakan untuk mengkompos dari http://www.treehugger.com.


dari http://www.treehugger.com


Masih banyak yang lain-lain dan keren-keren. Salah satunya bisa intip di sini. 




Jadi, 
Marilah kita bikin poster 
eh salah
Marilah kita bikin infografik :P


keterangan: semua foto koleksi YPBB (kecuali poster MARKIPOS) 



Monday, 21 January 2013

Hari ke 20: Bukan Sekedar Nostagia!

Momen apakah yang biasanya mempertemukan kita dengan teman-teman lama? 

Makan bareng? Buka puasa bersama? 
Acara reuni angkatan? 
Outbond bareng? 
Tanpa sengaja bertemu di event salah satu teman? (misalnya nikahan)
Sama-sama ikut seminar terkait profesi?

Macam-macam momen yang bisa mempertemukan. Tapi kegiatan yang paling khas dari semua itu adalah ngobrol. Biasanya berisi tukar kabar tentang si ini dan si itu sambil mengingat masa lalu. Bercerita tentang kejadian-kejadian yang dulu sempat berkesan. Seputar itulah. 

Bila yang dikenang adalah saat-saat yang menyenangkan, rasa senangnya itu langsung kerasa. Kalau yang dibicarakan saat-saat yang ngebetein, yang langsung kerasa juga betenya. Ada juga yang lama gak ktemuan dan mengalami CLBK *cieee. Ada juga yang "pamer" (ini nih bagian yang paling bikin males). Ada juga yang kemudian jadi nemu celah kerja sama. 

Buat saya, acara reuni bisa juga jadi tempat pamer yang positif! Pamer gaya hidup yang ramah lingkungan tea heheeheh. Mulai dari melakukan aksi-aksi pribadi pengurangan sampah (bawa misting, tempat minum dan juga sampai di kondangan ketika bersama teman pun menggunakan peralatan-peralahan tersebut! Lihat ceritanya di sini). Sampai akhirnya di suatu acara buka puasa bersama 2011, dicoba diterapkan konsep Zero Waste Event. Karena kalau acara reuninya di luar, adaaaaaa aja sampahnya! Mulai dari tissu, sedotan, kadang juga gelas plastik jus, kadang juga kalau di foodcourt ada kemasan makanan yang dari plastik (seperti wadah sambel dari plastik sekali pakai dkk). 

Yeah, pada intinya tujuan dari konsep Zero Waste Event adalah berusaha supaya acara reunian gak nyampah. 

Penerapan konsep ZWE ini bukan hanya pada hari H saja. Temen-temen saya itu sudah disms konfirmasi supaya gak lupa untuk datang ke acara dan juga gak bawa tissu (tapi diganti sapu tangan). Pengadaan makanan dan minuman dikelola oleh saya dan 1 teman. Aktivitasnya mulai dari memesan makanan (termasuk brief ke produsen timbelnya), pinjam perabot zero waste (gelas, piring lidi dan sendok). Tapi tetap dibuka peluang juga untuk bawa makan sendiri. Asalkan tetap mendukung tema acara: sebisa mungkin gak bawa makanan dari luar yang nyampah. Saya buka kesempatan "konsultasi" kalau-kalau ada yang bingung: apakah jenis makanan yang akan dibawa nyampah atau enggak. 

Ketika hari H, memang ada sedikit kecolongan-kecolongan. Tapi tak apa lah, kan memang baru model perdana. Walaupun ada yang tetap bawa tissu, tapi teman saya itu sempat bilang: "Aduh maaf ya Anil, saya pakai tissu". Paling tidak, mulai ngeuh bahwa sebenarnya tissu itu adalah sesuatu yang perlu mulai dikurangi. 

Dan di hari H pada happy juga karena ada beberapa doorprize yang dibagikan (padahal dibeli dari uang iuran makanan juga heheeh) Tau kan, apa isinya? Pastinya perabot pendukung gaya hidup zero waste dong! Lupa lagi hadiah detilnya, kalau gak salah ada sapu tangan dkk. Yang murah-murah, tapi dicoba dimaknai dengan disisipi "surat cinta" yang menjelaskan penyebab doorprize itu diberikan. Misalnya begini:  
Sapu tangan ini bisa dipakai berulang kali (asal dicuci tentunya) untuk menggantikan beberapa peranan tissu. Misalnya untuk mengelap mulut. Kalau tissu kan sekali pakai, dan akhirnya nyampah deh. Kalau sapu tangan ini, paling tidak bisa dipakai 50 kali.  
Kemudian surat cinta itu dibacakan ke semua. Nyelip-nyelipin unsur kampanye-nya dimana-mana lah heheeh 

Acara buka puasa tersebut tetap berjalan standar. Mengenalkan cerita kehidupan masing-masing dan aktivitas ngobrol-ngobrol lainnya. Tapi mudah-mudahan (paling tidak) dalam seumur hidupnya, temen-temen saya pernah merasakan berada di acara reunian yang Zero Waste!

Sayangnya saya tidak mendokumentasikan pernakpernik di acara tersebut. Tapi cuma menemukan 1 foto barbuk nih! Lihat deh lingkaran hitam di pojok kiri. Berhubung tempat reuniannya kantor yang tidak punya banyak gelas, akhirnya dipakai gelas plastik yang bisa dipakai ulang. Pinjam dari YPBB. Sendok-sendoknya kalau gak salah pinjem dari rumah. 

koleksi Ati Kurniasih

Mungkin masih ada beberapa orang yang mengatakan, berpikiran atau tanpa sadar berpikiran: ngapain juga reunian kalau yang diomongin kebanyakan masa lalu? 

Hmm, kalau saya sih yakin bahwa hubungan silaturahmi perlu dijaga terus dengan siapapun. Termasuk dengan teman-teman yang jarang bertemu. Kalau bahasa agamanya sih, silaturahmi akan mendatangkan rizki. Modal sosial itu perlu terus dikembangkan. Itu menurut bahasa yang lebih umum. 

Dan yang pasti, dari contoh di atas, saya bisa menyusupkan kampanye gaya hidup zero waste di acara reunian tersebut :) 



Friday, 18 January 2013

Hari ke 17: Poster Jleb & Kreatif

Hal apa yang langsung kepikiran ketika melihat gambar di bawah ini?? 

gambar dari sini

Saya tambahin taglinenya nih sekalian.
Save the Orangutan. Let the Orangutan smile like a banana.

Apa yang sekarang kepikiran? 


Pas pertama saya lihat poster ini, langsung kepikir: Edan ini yang bikin poster kreatif banget!
Idenya keren pisan! Fungsi poster sebagai penarik perhatian dan juga penyampaian isu kena banget.

Mungkin ada temen-temen yang tanya: Emangnya kalau banyak orang yang lihat poster ini, apakah kemudian  si orangutan tiba-tiba terselamatkan?

Ya enggak seinstan itu dong! Tapi kalau tujuan dari poster tersebut untuk bikin orang mulai kenal isu, saya pikir memang sudah memenuhi fungsinya. Asalkan poster itu merupakan kepingan kecil dari satu gerakan kampanye yang komprehensif.


Ayo sekarang lihat lagi poster yang ini :) Apa yang langsung terpikir? 


Gambar dari sini

Kalau saya sih, langsung mikir: ini poster sederhana banget dan #jleb. Walaupun mungkin bisa dimaknai macem-macem juga berdasarkan paradigma si pembaca poster.

Kalau saya memaknainya begini:
Beda banget makna kata need dan want alias butuh dan ingin. 
Terus, yang diinginkan belum tentu yang kita dibutuhkan. 
Dan yang dibutuhkan sebenernya gak sebanyak yang diinginkan.

Dan, si poster yang sederhana dan kena banget ini, ternyata bisa dishare oleh banyak 524 orang di Facebook. Itu bukan jumlah yang sedikit!

*dan langsung deh kepikir: Apa kabar dengan aneka poster kampanye yang pernah saya buat?  Selalu "sirik" deh sama orang-orang kreatif yang bisa menyampaikan pesan dengan gaya yang asyik dan menarik melalui poster.

Sunday, 6 January 2013

Hari ke-5: Yuk Membuat "Kolase" Reuse dalam Hidup Kita!


Reduce, Reuse dan Recycle. Itu slogan indah yang sering kita dengar untuk kampanye lingkungan.Dan tiba-tiba saya inget sama lagu 3R keren yang sampai dibikin dalam berbagai versi. Kita intip dulu lagu-nya Jack Johnson ini yuk!

Dalam pelaksanaannya, apakah slogan ini juga indah untuk dilakukan?
Kali saya bahas bagian kecil saja dulu ya, terkait REUSE pakaian.

Coba perhatikan baik-baik gambar di bawah ini.


Orang yang di dalam foto tersebut memang hanya satu orang. Dia adalah David Sutasurya, salah satu aktivis lingkungan kondang di kota Bandung. Kalau penasaran pengen intip-intip, bisa juga tengok profilnya yang ditulis oleh bunda Maria Hardayanto (yang ini aktivis kondang juga di Bandung dan Kompasiana) di sini.

Sekarang perhatikan lagi baik-baik setiap baju yang digunakan David pada kolase foto di atas.
Nah kan, teman-teman bisa lihat kalau ternyata ada beberapa baju sama yang dipakai David pada kolase tersebut. Padahal foto tersebut dikorehan (dikorehan = dicari-cari) dari kumpulan foto tahun 2007an-2012.
Dari yang saya kenal selama ini (kurang lebih sekitar 7 tahun), David selalu menggunakan baju-bajunya sampai titik darah penghabisan.

Simak deh deskripsi menarik yang dibuat oleh Bunda berikut ini tentang David:
Direktur yang saya temui bertubuh tinggi, tampan, sama sekali tidak buncit, berpakaian bersih tapi sangat sederhana bahkan sudah tua hingga nampak lubang lubang kecil diatas pundaknya, berponsel kuno dan duduk lesehan, menuangkan isi pikirannya ke laptop yang terkadang harus digoyang-goyang ketika layarnya tiba tiba mati karena dia membeli laptop tersebut second-hand alias bekas pakai.

Kata-kata "hingga nampak lubang lubang kecil diatas pundaknya" itu memang benar-benar kenyataan!

Sumber baju tersebut pun, kebanyakan barang lungsuran dari saudara-saudaranya. Budaya lungsur-melungsur ini sebenarnya budaya yang umum kita terapkan. Tapi entah kenapa sekarang semangat tersebut mulai luntur. Prinsip reuse (gunakan kembali suatu barang) benar-benar David terapkan dalam keseharian. Pakai selama mungkin suatu barang demi untuk menghemat penggunaan barang baru, demikianlah prinsip yang dianutnya. Prinsip ini bukan hanya dia terapkan pada penggunaan baju saja, tapi juga pada barang-barang lainnya.

David adalah salah satu bukti nyata Reuse yang Bukan Sekedar Slogan. 

Pagi ini saya iseng narsis juga membuat kolase foto diri. Foto-foto ini diambil secara acak di rentang 2-3 belakangan pada berbagai kegiatan yang diikuti (1 foto mewakili 1 kegiatan). Dan pemilihan fotopun tanpa maksud memilih-milih yang lagi pakai baju/kerudung yang sama. Yang diambil adalah foto yang kelihatan jelas bajunya dan tidak perlu proses crop yang tidak terlalu banyak.

Yeah! Ternyata banyak baju yang sama. Baju hijau bahkan sampai ledeh/bladus + bagian tangannya sudah  meletek-meletek!

Moga saya pun bisa sekonsisten David dalam menerapkan prinsip reuse ini dalam keseharian. Kalau bisa sih lebih konsisten hahaha. Yuk membuat "kolase-kolase" Reuse dalam hidup kita!

*ucapan terimakasih khusus ditujukan kepada para fotografer (relawan-relawan hebat dan staf keren YPBB). Tanpa kerajinan kalian memotret event, 2 kolase foto ini tidak akan terwujud :)

Tuesday, 1 January 2013

Hari ke-1: Apa Hubungannnya Senam Hip-Hop & Kampanye?

Wah, udah lama gak blog-blog-an. Sebelumnya sempat nulis beberapa konten yang terkait hejo-hejoan alias lilingkunganan di sini. Pilihan lapak nulis tersebut tujuannya sih supaya peluang diliat lebih besar. Dan jadi semangat nulis lagi karena pas perdana mejeng di sana langsung tiba-tiba HL (intip di sini deh. Yang komen dan baca banyak bangeeeettt :) 

Nah, sekarang mau nulis lagi ah. Sebagai tulisan perdana untuk menjawab tantangan #30HariBercerita. 

Jadi ceritanya begini: 
Singkat kata singkat cerita, hari sabtu kemarin saya senam bareng sepupu. Jadi ketika beberes rumah, ditemukanlah CD dan DVD senam. Ada Vicky Burky dan juga senam hip-hip (gatau siapa artis senamnya karena orang luar negeri). Kalau Vicky Burky sih, jadi keingetan jaman suka iseng-iseng ikut senam waktu SMP. Sekolah siang dan pagi-pagi sapu dan ngepel rumah. Senam bareng Vicky Burky dan pas iklan langsung tancap gas ngepel lagi hehehe. Nah akhirnya kita milih senam hip-hop aja deh. Sebagai info yang kurang penting: sampai detik ini, video tersebut masih aja diputer di tempat jualan DVD Gramed Merdeka. 

Mulailah kita senam-senam ceria dan sok jagoan. Wah, ini sih bukan cape tantangannya, tapi LEMOT hahahha. Gerakannya selalu mulai dari contoh-contoh hitungan lambat dan kemudian berlanjut dengan gerakan serupa dengan penambahan kecepatan. Begitu terus-menerus. Jadi yang keinget banget adalah: bingungnya ngikutin gerakan yang cepet dan gonta-ganti. Nah, sekarang pada kebayang kan maksud dari tantangan mengalahkan KELEMOTAN :) 

Akhirnya saya nyerah duluan. Terasa makin lemot soalnya. Gerakan makin kompleks. Ini senam juga penuh ketawa-ketawa karena ngetawain kelemotan kita dalam ngikutin gerakan. Nah, pas detik penyerahan tersebut, ternyata kelihatan bahwa kita sudah senam selama 40 menit. Wuih pantesan kita udah mulai pada tepar dan akhirnya nyerah, rupanya emang udah lumayan lama durasinya. Yang mengherankan, kita gak segitunya ngerasa cape. Padahal itu bukan waktu yang sebentar untuk gerak-gerak dan senam-senam. 

Yah bgitulah kira-kira dongeng senam hip-hopnya. Jangan tanya: berapa kilo berat badan yang hilang ya hehehe...cuma senam sekali sih, dampaknya pasti belum keliatan. 

Nah, coba lihat lagi judul tulisan ini. Katanya senam hip-hop ada hubungannya kampanye. Loh, apa hubungannya? Hubungan antara kedua hal tersebut saya temukan saat ngahuleng di angkot. 

Saat senam, rasa cape tidak terlalu kerasa. Diduga karena olahraga dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Musiknya asyik dan senamnya pun enakeun. Sampai-sampai yang dirasakan lebih ke: LEMOT-LEMOT ASYIK! Badan gerak dan segar dengan cara asyik. 

Nah, kerjaan saya saat ini berkutat dengan per-kampanye-an. Tepatnya kampanye terkait perubahan gaya hidup organis atau ramah lingkungan. Nah, rasanya teori yang dipakai untuk kampanye akan lebih asoy kalau pakai teori dasar senam hip-hop! Jadi tanpa terasa, orang mulai merubah gaya hidupnya dan bukannya terbebani dengan perubahan itu, tapi justru merasa asyik. Ih, keren gak tuh hasil penghulengan di angkot? heheheheheh. 


Sebagai penutup, silaken liat video ide kampanye keren yang dulu sempat diperlihatkan oleh Sano. Ini memperlihatkan betapa kreatifnya sebuah tim untuk kampanye mengajak orang naik tangga dibanding eskalator.